Klik brosur untuk daftar santri Gelombang 1

Menjadi Umat yang Dirindukan Rosullulloh SAW.

ponpes al wasathiyah magetan

oleh : Andik Setiawan, S.Pd

Pernah suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada para sahabatnya: “Wahai Abu Bakar, aku begitu rindu hendak bertemu dengan saudara-saudaraku. Wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu? Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku. 

Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.” (HR. Muslim).

Siapa yang tidak ingin dirindukan oleh insan mulia seperti Rosullulloh ? Siapa yang tidak ingin menjadi saudara Rasullullah di akherat nanti ? Menjadi umat yang dirindukan Rosullulloh adalah impian semua orang beriman. Kita pun sebagai orang beriman harus berupaya agar menjadi salah satu dari umat yang dirindukan itu


Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar semua impian itu terwujud, diantaranya:

Pertama, mencintai beliau dengan sepenuh hati. Menjadikan beliau idola di dalam hati dan senantiasa merasa rindu untuk berjumpa dengan beliau.

“Demi Allah, salah seorang dari kalian tidak akan dianggap beriman hingga diriku lebih dia cintai dari pada orang tua, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari)

Kedua, Umat yang dirindukan nabi adalah umat yang benar-benar komitmen untuk menjalankan petunjuk Al Qur'an dan As Sunnah secara menyeluruh. Allah SWT berfirman:

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31). 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

“Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya”. (H.R. Malik, al-Hakim).

Ketiga, berupaya menjaga kesucian lahir dan batin. Sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, bagaimana engkau dapat mengenali ummatmu yang sampai saat ini belum terlahir?“. Beliau menjawab:

“Sejatinya ummatku pada hari kiamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudhu semasa hidupnya di dunia“. (H.R Bukhori Muslim).

Menjaga wudhu adalah menjaga kesucian lahir dan batin. Maka inilah salah satu yang menjadikan sebab Rosullulloh merindukan umat ini.


Subscribe untuk terima update lewat email:

0 Response to "Menjadi Umat yang Dirindukan Rosullulloh SAW."

Posting Komentar

PPTQ Al Wasathiyah, Mencetak generasi Qurani mahir IT