Kreasi Seni tanpa Apresiasi
Mendidik itu memang seni
Bak mengukir perlahan dan pasti
Berusaha mengukuhkan kreasi tanpa apresiasi
Tak banyak yang bisa kami susuri
Hanya ini yang mampu kami beri
Tatkala kita mampu menyelami ini
Kemana pun langkah kaki
yang pasti kami akan tetap mengabdi
Meskipun kami mengerti
Tak akan mampu menutup celah koreksi
Fokus kami memang belum presisi
Hingga satu sisi kami wanti-wanti
Sisi yang laen lepas jangkauan kami
Butuh waktu untuk menyesuaikan diri
Sementara kami tidak berani menuntut lebih dari ini
Berkat proses inilah kami jadi mengerti
Bagaimana bersikap adil pada diri sendiri
Sungguh kata-kata menginspirasi dari mbah kyiai:
"Jadi guru tidak usah punya niat bikin pintar orang. Nanti kamu hanya marah-marah kerika melihat muridmu tidak pintar. Ikhlasnya jadi hilang. Yang penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. Masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan pada Allah. Didoakan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah".
"Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya. Namun, hadirkanlah gambaran bahwa di antara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga".
Manusia jangan diharapkan bisa sama semuanya
Justru dengan perbedaan-perbedaan kita saling menguatkan
Karena memang banyak ketidak sempurnaan dalam kehidupan
Teruslah berjuang saudaraku...engkau tetap yang terbaik, meskipun banyak kesalahan sana-sini. Mari terus berjuang, karena bukan kesalahan yang akan menjatuhkan diri, ttp justru ketidakmampuan menghadapi situasi
.jpeg)
0 Response to "Kreasi Seni tanpa Apresiasi"
Posting Komentar