Klik brosur untuk daftar santri Gelombang 1

Kreasi Seni tanpa Apresiasi



Oleh: Ansori Abu Ubaydillah

Mendidik itu memang seni

Bak mengukir perlahan dan pasti

Berusaha mengukuhkan kreasi tanpa apresiasi 

Tak banyak yang bisa kami susuri

Hanya ini yang mampu kami beri

Tatkala kita mampu menyelami ini

Kemana pun langkah kaki

yang pasti kami akan tetap mengabdi

Meskipun kami mengerti

Tak akan mampu menutup celah koreksi

Fokus kami memang belum presisi

Hingga satu sisi kami wanti-wanti

Sisi yang laen lepas jangkauan kami

Butuh waktu untuk menyesuaikan diri

Sementara kami tidak berani menuntut lebih dari ini

Berkat proses inilah kami jadi mengerti

Bagaimana bersikap adil pada diri sendiri

Sungguh kata-kata menginspirasi dari mbah kyiai:

"Jadi guru tidak usah punya niat bikin pintar orang. Nanti kamu hanya marah-marah kerika melihat muridmu tidak pintar. Ikhlasnya jadi hilang. Yang penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. Masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan pada Allah. Didoakan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah".

"Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya. Namun, hadirkanlah gambaran bahwa di antara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga".

Manusia jangan diharapkan bisa sama semuanya

Justru dengan perbedaan-perbedaan kita saling menguatkan

Karena memang banyak ketidak sempurnaan dalam kehidupan

Teruslah berjuang saudaraku...engkau tetap yang terbaik, meskipun banyak kesalahan sana-sini. Mari terus berjuang, karena bukan kesalahan yang akan menjatuhkan diri, ttp justru ketidakmampuan menghadapi situasi

Subscribe untuk terima update lewat email:

0 Response to "Kreasi Seni tanpa Apresiasi"

Posting Komentar

PPTQ Al Wasathiyah, Mencetak generasi Qurani mahir IT